Kecamatan Parangloe

KEPALA KANTOR CAMAT PARANGLOE

H. MUH. GUNTUR, S.Sos

 

SEKERTARIS CAMAT PARANGLOE

MAPPATANGKA, S.Sos., MM.

 

VISI DAN MISI KECAMATAN PARANGLOE

VISI : “Kecamatan yang aman, tenteram dan sejahtera serta merupakan kecamatan andalan di Kabupaten Gowa dan lebih maju dari kecamatan lainnya yang ada di Sulawesi Selatan”

MISI :

a. Optimalisasi mekanisme dan kinerja aparatur pemerintah di tingkat kecamatan, tingkat desa dan kelurahan;

b. Pemberdayaan institusi kemasyarakatan dan seluruh lapisan masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;

c. Menggali dan mengolah sumber daya alam dan potensi wisata secara profesional sebagai sumber pendapatan masyarakat;

d. Meningkatkan iman dan taqwa serta tetap mengutamakan azas kebersamaan dan persaudaraan antar warga;

e. Menjunjung  tinggi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan aparatur lainnya.

 

KEDUDUKAN DAN LATAR BELAKANG

Kecamatan Parangloe merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, dibentuk berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2005, yang secara administratif Kecamatan Parangloe terbagi kedalam 7 Desa/Kelurahan :

  • Kelurahan Lanna
  • Kelurahan Bontoparang
  • Desa Borisallo
  • Desa Lonjoboko
  • Desa Belapunranga
  • Desa Belabori
  • Desa Bontokassi

Kecamatan Parangloe dengan luas wilayah ± 221,26 KM², terdiri dari 20 Dusun/Lingkungan, 48 RK/RW dan 108 RT, terletak di dataran tinggi dengan batas-batas sebagai berikut : wilayah sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Maros, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Manuju, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pattallasang dan Kecamatan Bontomarannu, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tinggimoncong, dengan ketinggian 92 – 750 meter dari permukaan laut.

Parang Kelurahan Lanna merupakan ibukota dari Kecamatan Parangloe yang berjarak ± 40 KM dari Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa dengan jarak tempuh sekitar 45 menit. Jumlah penduduk Kecamatan Parangloe sebesar 19.592 jiwa terdiri atas 9.031 jiwa laki-laki dan 10.561 jiwa perempuan, penduduk Kecamatan Parangloe 100% beragama islam.

Fasilitas umum pendidikan yang terdapat di Kecamatan Parangloe antara lain PAUD SPAS 7 unit Pusat PAUD 1 unit, Taman Kanak-Kanak (TK) 6 unit, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 unit, Sekolah Dasar Inpres (SDI) 12 unit, SD Transmigrasi 2 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 unit, Sekolah Menengah Atas 1 unit, Madrasah Tsanawiyah 1 unit dan Madrasah Aliyah 1 unit, fasilitas umum kesehatan yaitu Puskesmas Parangloe dan 7 unit Pustu.

Bendungan (DAM) serbaguna bili-bili juga terletak di Kecamatan Parangloe. Bendungan ini merupakan pemasok utama bahan baku air minum di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, selain itu juga sebagai penyedia air (irigasi) untuk persawahan di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.

Penduduk Kecamatan Parangloe umumnya berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama padi, palawija (jagung dan ubi kayu), dan sayuran. Terdapat pula penduduk yang bergerak di sektor non pertanian seperti usaha perdagangan dan jasa.

 

PROGRAM UNGGULAN

Adapun rencana program dan kegiatan Kecamatan Parangloe

a.    Pembagian Satuan Kawasan Pengembangan :

Sebagai kecamatan yang tercakup dalam satuan kawasan pengembangan (SKP) B, di wilayah ini di arahkan pengembangan sektor pertanian, industri, pertambangan, pariwisata dan jasa.

Keberadaan waduk serba guna Bili-Bili di kecamatan ini yang berfungsi sebagai pengendali banjir daerah hilir, pemasok air baku untuk keperluan air minum, industri dan irigasi, pembangkit tenaga listrik dan perikanan darat menurun serta terjadinya bencana alam Bawakaraeng yang mengakibatkan keruhnya air dan banyaknya endapan lumpur di DAM Bili-Bili sehingga memerlukan penanganan serius dalam pemulihan fungsinya.

Wilayah kecamatan ini akan menjadi daerah pengembangan wisata dan sub sektor perikanan darat serta industri kerajinan rumah tangga dalam kaitan berfungsinyanya bendungan Bili-Bili sejak tahun 1998. untuk mempertahankan kelangsungan hidup waduk, maka pengelolaan lahan yang ada harus benar-benar disesuaikan dengan kemempuannya melalui penekanan pada :

1. Peningkatan produksi sub sektor perikanan sebagai upaya diversifikasi usaha dan agroforestry di sekitar daerah green belt bendungan Bili-Bili.

2. Peningkatan pendapatan di sektor pariwisata antara lain wisata Tirta dan wisata lainnya di kawasan bendungan Bili-Bili di padukan dengan potensi wisata lainnya di Kabupaten Gowa.

3. Peningkatan pengelolaan fungsi lindung dan penyangga catchment area untuk mendukung pemulihan fungsi hidrologis pasca bencana di bendungan Bili-Bili dan ketersediaan air tanah di daerah bawahnya.

Pembangunan kecamatan masih memerlukan peningkatan kondisi sarana dan prasarana perhubungan ke setiap desa untuk membuka isolasi kantong-kantong produksi dan menjalin interkoneksitas antar desa mendukung pengembangan sentra pertanian terpadu di wilayah ini.

Secara umum, permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di kecamatan ini adalah :

1. Belum pulihnya fungsi bendungan Bili-Bili pasca bencana.

2. Rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja.

3. Penggunaan lahan untuk sector pertanian masih mengandalkan curah hujan sehingga produksinya belum optimal.

4. Tanam buah-buahan uatamanya mangga, rambutan, serta sayuran sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum berjalan dengan optimal sekaligus dapat menunjang kelestarian lingkungan DAM Bili-Bili sebagai obyek wisata dimasa mendatang.

5. Terdapat potensi komoditas lainya yang dikembangkan, namun bekum berjalan optimal yaitu tanaman perkebunan (jambu mete, tanaman obat-obatan), perikanan (budidaya kolam dan sungai/kerambah), serta peternakan (ternak sapi potong, kerbau dan kambing)

6. Sarana transportasi serta sarana jalan yang belum memadai, terutama jalan penghubung antar desa, dusun dan lingkungan yang perlu di tingkatkan.

7. Masih terdapat beberapa desa yang masyarakatnya sulit mendapatkan air bersih sementara ada beberapa lokasi mata air yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

8. Rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja

b.   Program dan Kegiatan Sektor Prioritas

1     Sektor Pendidikan

* Program Pengembangan komponen/unsur pendidikan : Panambahan murid atau siswa, Penambahan sekolah, Penambahan guru.

* Program pengenalan fisik nilai-nilai dari objek kebudayaan setempat

* Program  pengembangan sarana dan prasarana kesenian

* Program pengembangan sarana dan prasarana pendidikan:  Sarana dan prasarana belajar, permainan TK

* Program penguasaan kemampuan dasar sebagai guru dan tenaga kependidikan nasional yaitu Pelatihan guru TK, SD/MI, SLTP/MTs dan SLTA/MA/SMK

2     Sektor Kesehatan

* Program penyehatan lingkungan : Pengawasan tempat pengelolaan Pestisida,  Pengawasan perumahan,  Pengawasan sarana pembuangan air limbah,  Pengawasan kualitas air.

* Program kesehatan keluarga : Pembinaan Kesehatan Ibu, Pembinaan Kesehatan Anak, Pembinaan Kesehatan USILA

3     Sektor Pertanian dan Kehutanan

* Program Pembangunan  Pertanian

Pembangunan sektor pertanian disusun berdasarkan visi, misi dan sasaran Pembangunan Pertanian Kabupaten Gowa yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat tani dan nelayan dalam upayah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan dengan mengembangkan perekonomian yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang meliputi peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis dan peningkatan sumber daya manusia.

* Program pengembangan Sistem Ketahanan Pangan

Program pengembangan sistem tahanan pangan diarahkan pada terciptanya sistem ketahanan pangan yang berbasis pada kemampuan produksi, keragaman sumber daya bahan pangan dan diversifikasi ketersediaan pangan dan gizi masyarakat yang meliputi kegiatan : Pengembangan kelembagaan pangan, Pengembangan diversifikasi pangan, Pengembangan usaha pengelolaan pangan, Upaya pengalihan konsumsi beras ke non beras

* Program Pembangunan Bidang Kehutanan dan Perkebunan

Program pembangunan bidang kehutanan dan perkebunan diarahkan pada pemanfaatan kawasa hutan produktif, pemulihan kawasan hutan lindung dan lahan kritis serta upaya peningkatan produksi pekebunan melalui pengembangan agribisnis yang berdaya saing ditingkat nasional.

#  Pemanfaatan Prakondisi Pengelolaan Hutan

-       Identifikasi potensi suber daya alam hutan

-       Identifikasi peramba hutan

-       Inventarisasi lokasi peramba hutan

#  Rehabilitasi Hutan dan Lahan

-       Reboisasi dalam kawasan hutan

-       Penghijauan kawasan hutan

-       Pengembangan hutan tanaman rakyat

#  Program Peningkatan Produksi Perkebunan

-       Pengendalian H/P komuditas perkebunan

-       Intensivikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan

-       Pengadaan bibit unggul tanaman perkebunan

-       Pengembangan bio komuditas

4     Sektor Infra dan Supra Struktur (Transportasi+Pengairan)

* Program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi : Pembangunan jaringan irigasi, Rehabilitasi jaringan irigasi.

* program penanganan jalan dan jembatan : Pemeliharaan rutin, Pemeliharaan berkala, Peningkatan jalan dan jembatan, Pembangunan jalan dan jembatan

* program pengembangan wilayah terisolir : Pembukaan jaringan transportasi darat, Pembukaan jaringan transportasi laut.

5     Sektor Tenaga Kerja

* Program peningkatan SDM Aparatur dan Tenaga Kerja : Diklat penjenjangan aparatur, Diklat fungsional, Pembinaan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pemagangan dan kerja sama pelatihan

* Program Peningkatan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana : Pengadaan sarana dan prasarana kantor dinas, Pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana balai latihan kerja, Peningkatan sarana dan prasarana perlindungan, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja

6     Sektor Pertambangan dan Energi

* Program Pengembangan Geologi dan Sumberdaya Mineral : Peningkatan usaha inventarisasi dan eksploitasi bahan tambang, Melakukan kegiatan pemetaan geologi untuk megetahui lokasi potensi sebagai cadangan sumberdaya alam yang terukur.

* Program Pembangunan Pertambangan : Meningkatkan bimbingan dan pembinaan pada pengusaha bahan galian, Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan aparat di bidang pertambangan

* Program Pengembangan Listrik Pedesaan

7     Sektor Pariwisata

* Program Pemasaran Pariwisata : Mengembangkan objek dan daya tarik wisata potensial, melaksanakan penyuluhan tentang arti pentingnya kepariwisataan, meningkatkan pola kerja sama yang kongkrit dan pengkaderan di antara dinas/instansi sektoral yang terkait dengan pengembangan kepariwisataan, menyusun rencana yang mantap untuk melakukan kegiatan dan berkaitan dengan kegiatan remaja dan pemula, merencanakan berbagai acara kepariwisataan secara teratur, terarah, dan terkoordinasi dengan baik, terutama dalam kegiatan kepariwisataan tahunan

8     Sektor Pembangunan Daerah dan Permukiman

* Program Pembangunan Desa Untuk Meningkatkan Aktivitas Kegitan Pembangunan Desa

* Program Pembangunan Kabupaten Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Mengangkat Penduduk Dari Lembah Kemiskinan Serta Menghilangkan Kantong-Kantong Kemiskinan

* Program Perbaikan Perumahan dan Permukiman

* Program Penyehatan Lingkungan Permukiman

9     Sektor Lingkungan Hidup dan Tata Ruang

* Program Pembinaan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Melalui Pemilihan Lokasi-Lokasi Pengembangan Perumahan yang Terarah dan Terencana dengan Baik, Penyusunan Tata Ruang melalui Rencana Umum, Rencana Detail sampai pada Rencana Teknik Ruang Kota dan Peningkatan Kualitas Lingkungan

* Program Penyelamatan Hutan Tanah dan Air

10 Sektor Agama

* Program Peningkatan Sarana Kehidupan Beragama

* Program Penerangan dan Bimbingan Hidup Beragama

* Program Pembinaan Pendidikan Agama

* Program Pendidikan dan Latihan Tenaga Keagamaan

11 Sektor ilmu pengetahuan dan teknologi

* Program Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan : Pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi produk yang dapat digunakan dan dimanfaatkan masyarakat, Mengupayakan penyebarluasan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk peningkatan produktivitas baik yang lansung maupun yang bersifat pengebangan ilmu, Pengkajian dan pengembangan teknologi tepat guna

* Program Pembinaan Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi : Menggalakan berbagai kerjasama dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi antara berbagai lembaga penelitian yang telah ada dengan pemerintah

* Program Pengembangan Prasarana dan Sarana Ilmu Pengetahuan dan Teknologi : Pengadaan dan Rehabilitasi sarana dan prasarana pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi, Pemeliharaan sarana dan prasarana teknologi

 

PRESTASI

1. Juara I Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2016

2. Program Bebas Buang Air Besar di sembarang tempat dengan Gerakan 1 juta Paccengkeang

3. Pencapaian Target PBB tercepat se – Sulawesi Selatan selama 2 (dua) tahun berturut-turut

4. Juara Nasional Konteks Pohon Tahun 2009

5. Penyuluh Teladan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan

6. Juara I BKB Se-Sulawesi Selatan Tahun 2009

7. Juara III P2WKSS Se-Sulawesi Selatan Tahun 2009

8. 2 (dua) kali berturut-turut Juara Umum Administrasi PKK Se-Kab. Gowa

9. Juara II Lomba Desa / Kelurahan Tingkat Kab. Gowa

10. Juara I Administrasi PKK Tingkat Kab. Gowa

11. Pelaksanaan Jum’at Ibadah secara rutin bergilir di Dinas/Instansi Tingkat Kecamatan Parangloe

12. Pembayaran Raskin tepat waktu dan tidak ada tunggakan

13. Perekonomian meningkat dengan bertambahnya sektor usaha kecil

14. Kondisi keamanan kondusif, dalam catatan Polsek Parangloe menurun 65% secara kuantitas dan kwalitas.

 

STRUKTUR ORGANISASI

Beautiful Malino 2017 Jembatan Kembar di malam hari Istana Tamalate Balla Lompoa Accera’ Kalompoang