Program SLBM Gowa dianggarkan Rp 8,8 Milyar

Sungguminasa —- Kabupaten Gowa mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 untuk pembangunan bidang sanitasi sebesar Rp 8,873 Milyar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Mundoap ketika memberikan laporan pada sosialisasi tingkat Kabupaten terkait pelaksanaan program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Selasa (10/4).

Ia mengatakan, dana tersebut dialokasikan pada 13 Kecamatan dan 25 desa/kelurahan yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “13 Kecamatan itu tersebar di dataran tinggi dan dataran rendah yaitu Kecamatan Somba Opu, Pallangga, Bontomarannu, Bontonompo Selatan, Tompobulu, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, Barombong, Pattallassang, Parangloe, Parigi dan Bontolempangan. Jadi tidak semua kecamatan dapat, ini dikhususkan bagi IPAL, ” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan untuk pelaksanaan kegiatan ini, seluruh Kelompok Swadaya Masyarakat (SKM) akan didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). “Tenaga fasilitator ini berjumlah sebelas orang yang terdiri dari fasilitator teknik dan fasilitator pemberdayaan akan mendampingi para SKM di lapangan, ” tambah Mundoap.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni sekaligus membuka sosialisasi SLBM mengatakan, saat ini masalah air limbah di Indonesia masih sangat harus diperhatikan, karenanya Kabupaten Gowa turut berperan aktif dalam mengupayakan pengolahan air limbah. “Kita harus turut serta dalam mengolah air limbah dengan cara menggunakan teknologi efektif dan efisiensi yang tinggi, karena jika tidak itu akan berdampak kembali kediri kita,” tegasnya.

Lebih jauh, ia membeberkan air limbah sangat berpengaruh dengan kesehatan, olehnya dirinya melakukan kegiatan ini untuk meningkatkan cakupan dan keandalan pelayanan sanitasi terutama dalam pengelolaan air limbah secara komunal.
“Kegiatan ini kita lakukan agar bagaimana kita meningkatkan kualitas kesehatan, yang dalam hal ini pengelolaan air limbah dengan menyediakan sanitasi di kawasan padat rawan sanitasi, ” beber Karaeng Kio–Sapaan akrabnya.

Dirinya berharap dengan adanya program ini bisa menciptakan lingkungan yang sehat, karena menurutnya dengan tercapainya hal tersebut maka akan melahirkan generasi sehat dan cerdas. “Jadi saya berharap kita semua bisa sehat karena kesehatan adalah hal utama,” harapnya.

Kegiatan sosialisasi program SLBM diikuti oleh 13 Camat se-Kab Gowa, Lurah dan Kepala Desa se-Kab Gowa, Pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat, dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (Sumber:HumasGowa)

Tinggalkan Balasan